KATA, BAHASA DAN KOMUNIKASI
kata, adalah aplikasi dari aktualisasi hati dan pikiran yang diucapkan dan dituliskan.ketika kita bisa memaknai dengan bijak dengan makna kata, bukan saja manusia dan alam yang akan senyum pada kita, Tuhanpun memberi apresiasi pada kita, karena Tuhan senang dengan keindahan yang dituturkan dengan bijak. Kata adalah bagian dari bahasa, yang merupakan lambang yang berupa bunyi atau simbol yang digunakan oleh masyarakat dalam komunikasi, sebagai inetraksi antar manusia. Komunikasi adalah penyampaian pesan dari satu orang atau media dengan maksud agar pesan yang disampaikan diterima, dipahami, dimengerti oleh penerima pesan sesuai dengan tujuan dari pemberi pesan.
Dengan kata, bahasa dan komunikasi,apa yang akan disampaikan yang berupa pesan hendaknya dapat diwujudkan tujuan dari pesan tersebut, lalu kenapa timbul komunikasi yang tidak tercapai,karena ada perbedaan esensi dan eksistensi,dimana indikasi dari komunikasi yang berupa penyampai pesan,jenis pesan, media yang digunakan,pola yang disampaikan dan sasaran yang diharapkan.
Hal inilah yang terjadi saat ini, antara pemberi pesan dan penerima pesan mempunyai persepsi yang berbeda, namun yang sebenarnya terjadi adalah akurasi data dari pesan yang akan disampaikan,dimana masing –masing pihak mempunyai parameter yang berbeda tentang data yang ada,sehingga kerancuan dari parameter tersebut menumbulkan arti ganda bahkan multitafsir dari data yang ada, ketika hal ini terus terjadi maka akan terbentuk asumsi – asumsi yang semakin menyudutkan salahsatu pihak. Contoh yang paling mudah, ketika kita membahas kata “MAKANAN”, kata makanan,ketika tidak dijelaskan dalam bahasa yang jelas, rinci, detail apa maksud dari makanan, maka setiap orang punya asumsi sendiri – sendiri, bisa makanan dalam bentuk kue, roti,nasi, lauk pauk dan atau yang lainnya.
INTERAKSI KOMUNIKASI
Komunikasi adalah media pencapian pesan, yang selama ini dikenal, komunikasi yang ada merupakan bagaimana pesan itu sampai dari pemberi pesan kepada penerima pesan, esensi komunikasi yang sebenarnya tidak hanya dari manusia yang satu dengan yang lainnya, maka interaksi komunikasi bisa terjadi antara manusia yang satu dengan yang lainnya, antara manusia dengan dirinya, antara manusia dengan alam dan yang terpenting komunikasi antara manusia dengan Tuhan.
Bahasa Tuhan, adalah bahasa yang penuh dengan kelembutan,kalaupun dalam penyampaiannya ada yang bernada ancaman, sangsi dan hukuman , hal itu dimaksudkan agar manusia lebih lembut lagi, maka Bahasan Tuhan adalah bahasa yang harus diketahui,dimengerti,dipahami,dimaknai dan dijalankan.,serta diamalkan. Contoh yang paling mudah, Tuhan sudah menjelaskan berbagai jenis makanan, dari yang membawa manfaat sampai yang membawa mudharat, bahkan ada yang lebih jelas lagi ada makanan yang terbaik dari yang terbaik yaitu Halallan Thoyiban, hal itu yang berbentuk biologis, ada yang berbentuk Makanan Hati yang mengajarkan manusia berbicara dan bermusyawarah dengan kelembutan,dengan kata lain Tuhan mengajarkan bahwa manusia hendaknya menggunakan bahasa hati, yang mempunyai kemampuna untuk mengarakan bahasa akal, bahasa tutur dan pembentukan bahasa prilaku.
Interaksi komunikasi dari para penyampai pesan bahkan pembawa pesan dan penerima pesan adalah consensus yaitu persepakatan dari pesan yang dimaksud, yang akhirnya sampai pada persepakatan parameter yang disetujui oleh para pihak. Kalau ada perbedaan dari pesan yang dimaksud.
ASUMSI DAN KESIMPULAN MAKNA
Masyarakat semakin pintar dalam menelaah berbagai fenomena yang ada, kalaupun ada beberapa pertanyaan “ APA SIH YANG TERJADI SEBENARNYA?”, disegmen masyarakat tertentu, namun ada pula yang mengatakan ‘ SEBENARNYA KAMI SUDAH TAHU ? “, pertanyaan yang timbul, apa sih yang terjadi dan sebenarnya kami sudah tahu, adalah indikasi yang akan berkembang pada apa yang namanya asumsi, ketika hal tersebut masih berupa asumsi saja sudah menimbulkan opini yang bisa dijadikan kesimpulan dan pada akhirnya menimbulkan syak wasangka, untuk meluruskan dalam rangka pelurusan sebuah asumsi sebelum menjadi kesimpulan yang akhirnya masyarakat berkata ‘TUH KAN BENAR,KENYATAANNYA SEPERTI ITU,SEPERTI YANG SEBELUMNYA SAYA DUGA ?, diperlukan pelurusan asumsi dan kesimpulan bahwa masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan akurasi data yang benar dan kesahihan dari data tersebut,sehingga masayarakat tidak lagi syak wasangka dan akhirnya masyarakat merasa bangga terhdapa informasi yang valid, baik secara asumsi maupun kesimpulan karena maknanya memang seperti itu.
Penyampai pesan terhadap pesan yang disampaikan jangan disampaikan dengan marah, begitupun bagi penerima pesan jangan diterima dengan marah, ketika penyampai pesan dan penerima pesan pada posisi marah, maka akan menimbulkan distorsi yang akhirnya akan menyebabkan dampak yang berkelanjutan yang akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat yang akan berpengaruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Senyum dalam menyampaikan kata, bahasa dan komuniksi merupakan asset dan akses yang akan mampu member makna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan senyum pesan damai akan diterima baik oleh penyampai pesan dan atau penerima pesan dan juga oleh masyarakat.
Kata, bahasa dan komunikasi sudah selayaknya mempunyai makna bagi pembelajaran agar setiap manusia berpikir cerdas dan menghargai apa yang namanya perbedaan. Kata, bahasa dan komunikasi sudah seharusnya mempererat apa yang namanya perbedaan dalam persatuan, dan persatuan dalam perbedaan tanpa meninggalkan prinsip – prinsip kekuatan apa yang namanya NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. DAN SAYA YAKIN SEMUANYA CINTA PADA NEGERI INI,”INDONESIA KITA “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar