Laman

Minggu, 10 Oktober 2010

Beda Sang Pemenang dan Sang Pecundang

Banyak orang mengatakan kegagalan adalah penyakit yang menakutkan, hal ini terjadi karena sejak kecil manusia dicekoki dengan apa yang dinamakan dengan sukses. Semua pendidikan,semua pengajaran dan hampir semua seminar memberikan materi bagaimana menjadi sukses. Jarang sekali yang mengajarkan dan memberikan

GAGAL,SIAPA TAKUT ?.
Kenapa saya mengatakan GAGAL SIAPA TAKUT ? karena banyak orang takut gagal, padahal dalam kehidupan keseharian gagal adalah bagian yang tak terpisahkan dalam hidup kita.Kegagalan bukanlah hal yang menakutkan,yang tak pelu dihindari namun harus disikapi. Caranya ?,punya kemauan untuk merubah menyikapi bahwa kegagalan adalah anugerah yang diberikan manusia oleh Tuhan, untuk mengenal siapa diri kita sebenarnya, yang akhir merupakan rujukan bagi manusia untuk mengenal siapa Tuhan yang sebenarnya.
Tak ada yang mau gagal, termasuk saya dan juga yang lainnya. Namun ketika kegagalan datang menghampiri dalam kehidupan kita maka hanya ada satu kata” kita harus menghadapinya , dengan segala kekuatan yang kita punya dengan tidak lupa berdoa pada Yang Maha Kuasa ”

Karena sehebat apapun yang namanya manusia dia harus mengalami kegagalan, seperti layaknya memperoleh kesuksesan, karena kesuksesan dan kegagalan bagai dua sisi mata uang dua namun satu, dan jtu merupakan keniscayaan. Karena dengan kegagalan manusia ,memperoleh pembelajaran dan penguatan dalam proses pembentukan karakter jiwa, dengan terbentuknya karakter jiwa maka terbentuk karakter pikir. Adanya pemebentukan karakter pikir maka akan membentuk karakter prilaku. Pembentukan karakter prilaku pikir juga harus dikuiti dengan penyampaian bahasa ATAU PENGKOMUNIKASIAN yang santun dan penuh dengan kebijaksanaan. Maka bahasa, ” Gagal, siapa yang mau ? ” wajar saja ditampilkan dan ditawarkan pada siapa saja, kita bukan mau namun harus menerima kegagalan. Karena dengan kegagalan yang kita maui berarti kita menentang apa yag namanya kehendak, namun pada saisi lain kegagalan selalu hadir dalam kehidupan kita. ini adalah masalah pembahasaan, sering kita terjebak pada pembahasaan ini, dengan salah mempersepsikan maka manusia sering terjebak sehingga sering kali salah kaprah dalam mengambil sikap. Maka kegagalan harus diterima,disikapi dan diselesaikan dengan cara merubah pola pikir hati dan pola pikir akal dengan upaya keras dan berharap Ridlo- Nya perubahan kegagalan menjadi kesuksesan merupakan upaya manusia dengan ijin_Nya.


ORANG BOLEH GAGAL, DAN ITU SYAH – SYAH SAJA BUKAN, SEPERTI HALNYA SUKSES. YANG TAK BOLEH TERJADI KETIKA KEGAGALAN TERJADI ADALAH MENYERAH PASRAH DAN PATAH SEMANGAT. DAN BEGITUPUN UNTUK KESUKSESAN TAK BOLEH UNTUK DIRI SENDIRI HARUS DISEBAR – SEBARKAN UNTUK MEMPEROLEH KESEJAHTERAAN BAGI DUNIA DAN ALAM SEMESTA.

Karakter Sang Pemenang

Pemenang mempunyai karakter SMILE, yang dimaksud adalah :
Syukur, senyum dan Sedekah. Bagi sang pemenang kegagalan dan kesuksesan selalu disikapi dengan syukur, senyum dan tetap sedekah dalam keadaan sulit, tak bisa dana, tenaga, pikiran dan dan doa.
Mantap dan mandiri
. Sang pemenang, sesulit apapun masalahnya selalu punya hati ,pikiran dan prilaku yang mantap dan mandiri, karena selalu dalan rasa syukur, senyum dan selalu sedekah.
Intropeksi dan inovatif..Segala kejadian yang ada merupakan intropeksi diri dan tetap inovasi guna memperoleh perubahan yang lebih baik.
Luas dan Lebih.
. Bagi sang pemenang, kegagalan,kesulitan, kesusahan serta kesuksesan, kesenangan dan kemenangan tetap mempunyai rasa hati, akal pikir dan tutur yang luas dan lebih.
Ekual. Apapun yang ada dalam hidup buat sang pemenang adalah keseimbangan sebagai mahluk Tuhan, mahluk pribadi dan mahluk sosial.

Karakter Sang Pecundang
Pecundang selalu mempunyai kemauan hanya SUKSES semata, buatnya tak ada kata GAGAL, maka salah satu ciri sang pecundang adalah menggunakan segala cara untuk mencari sukses, apakah itu menyengsarakan orang lain, dengan cara syaitan, dengan cara harampun sekalipun, dengan merusak alam yang penting SUKSES, kalaupun sukses yang ada merupakan kesuksesan palsu, maka ciri sang pecundang adalah SUSAH, yang dapat diartikan :
Serakah dan Sombong. Karena hidupnya hanya senang, sukses, maka pola hedonisme yang dipilihnya, apakah itu merugikan orang lain, bahkan tidak sesuai jalan Tuhan, yang penting sukses didapatnya, dan dapat dipastikan bahwa orang ini sombong, yang mempunyai ciri tidak menghargai Tuhan, manusia dan alam.


Umpat dan Urakan.
. Ketika susah,sulit dan sengsara menghinggapi dirinya maka ia mengumpat Tuhan, orang lain, semuanya disalahkan, ia tidak mau menerima bahwa susah,sengsara dan sulit adalah keniscayaan dalam hidup, orientasinya adalah sukses semata. Adanya sikap ini maka manusia ini selalu urakan, baginya tak ada simpati dan empati, untuk dirinya, Tuhan, bahkan untuk orang lain.
Sengsara dan Sulit. Serakah, mengumpat selalu saja berujung pada kesengsaraan hati dan kesulitan berpikir secara jernih, orientasi hedonisme adalah apa yang diharapkan dan diwujudkan, ketika itu tidak tercapai, maka sengsaranya akan menyulitkannya untuk merasakan kehangatan sang mentari, keindahan bintang gemintang dimalam hari, gemericik air yang mempunyai kemampuan meneduhkan jiwa, karena ia mempunyai penyakit hati yang akut sehingga menyengsarakan pikirannya.
Amarah dan antipati.
Amarah dan antipati, selalu saja ada dalam dirinya, sehingga antipati selalu menyertai kemarahan yang dimilikinya, dan itu terus dan terus selalu ada dalam dirinya, ketika ia tidak mau intropeksi, maka sifat itu akan menyertai dalam kematiannya.


Hampa dan Hambar.Dan akhir dari sifat sang pecundang adalah hampa dan hambar dalam menyikapi persoalan yang ada dalam hidup. Beda dengan SANG PEMENANG selalu berstukur, bahwa sukses dan gagal, senang dan susah, sulit dan suka tetap saja ia SANG PEMENANG KARENA SANG PEMENANG SELALU MENGERI APA YANG NAMANYA ESENSI DAN EKSISTENSI HIDUP KARENA SUKSES DAN GAGAL ADALAH KENISCAYAAN DAN ITU BERKAH, RAHMAT, HIDAYAH BAGI KEHIDUPANNYA YANG DILIMPAHKAN OLEH TUHAN PADANYA, SELAMAT UNTUK SANG PEMENANG

semoga bermanfaat, bagian dari buku yang sedang saya selesaikan ‘SUKSESNYA KEGAGALAN”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar