
Banyak pertanyaan ketika seseorang mau usaha, apakah MENTAL DULU ATAU MATERI DULU ???, sebuah pertanyaan yang menggelitik, mental ada, materi nggak punya. Mataeri ada, mental nggak berani, jadi mana yang harus di dahulukan. Mental atau materi ???. Saya mau membuat ilustrasi pada pertanyaan tersebut, ketika seseorang punya dana segudang, selalu ada pertanyaan, Gimana ya nanti dana saya apa bisa kembali atau setidaknya balik modal ???., begitu banyak pertanyaan, gimana ya ???, hanya sebuah pertanyaan yang tidak akan ernah terjawab, sementara usaha dibutuhkan keberanian, yang tentunya manajerial, maka untuk menghilangkan ketakutan itu ( fear factor ) perlu dilakukan pendekatakan - pendekatan dengan berbagai cara, salahsatu caranya adalah dengan bergaul dengan orang yang ahlinya, bahkan yang pernah mengalami kegagalan, untuk mengurangi resiko kerugian dan kegagalan tersebut. Ketika kiat ini di pakai, namun juga tidak ada keberanian juga untuk melakukan usaha, lebih baik jadi pegawai saja.
Bagi yang punya mental, namun nggak punya materi apa bisa melakukan usaha ???, selalu ada cara untuk menjalankan ini, untuk modal usaha memang agak berat untuk mengaksesnya, salah satu cara yang paling ampuh adalah membuka akses jaringan pertemanan ( silaturahmi ), yang diikuti dengan konsep yang sudah dituliskan bahwa apa yang mau di usahakan dengan bentuk proposal sederhana, ini sangat membantu memudahkan bagi para teman sekitar pelaku usaha untuk memberi modal, dan modal yang yang dibutuhkan jangan besar - besar, serta pilih usaha yang mudah untuk memperoleh konsumen.
Paparan yang ada menjelaskan bahwa mental lebih diperlukan untuk melakukan keberanian melakukan usaha, tanpa itu usaha tidak akan jalan. Karena dengan mental yang kuat dan mantab, materi bisa dicari DAN YAKINI ITU.
Sumber gambar ( google search )
semoga termotivasi untuk melakukan usaha
BalasHapus