Laman

Senin, 10 Oktober 2011

MERUBAH BEBAN HIDUP MENJADI BERKAH HIDUP

Manusia, dalam kehidupannya dari detik kemenit, menit kejam, berubah kehari, bulan dan akhirnya ketahun , selalu saja ada masalah, selesai masalah A, datang ,masalah B, selesai B datang C, dan seterusnya begitu dan tak akan pernah selesai, bahkan ada yang mengatakan bahwa hidup ini adalah rangkaian masalah, satu inchi manusia melangkah pasti ada masalah.

Pertanyaan yang muncul, untuk apa masalah ada dan melekat dalam kehidupan manusia, mengapa masalah menjadi beban hidupnya manusia ???, apakah benar masalah adalah beban hidup manusia ???

Selusin pertanyaan akan muncul, ketika membahas dan mendiskusikan kehidupan manusia dengan segala permasalahannya, karena begitu kompleksitasnya masalah, masalah dalam bidang keuangan, kesehatan, hubungan antar manusia, cinta dan begitu banyak ragamnya. Dan itu adalah BEBAN HIDUP.

Beban hidup sebagai intensitas keseharian manusia merupakann ajang ujian bagi kulitas manusia, bagi orang yang menganggap masalah adalah masalah, beban hidup adalah beban hidup, dengan adanya masalah akan merasa kesal, stres, kecewa bahkan frustasi dan yang lebih fatal lagi menganggap Tuhan tidak sayang padanya, Tuhan tidak peduli, kenyataannya dalam Kalam - Nya Tuhan mengtakan bahwa seseorang tidak akan masuk surganya tanpa ada ujian terhadap kekurangan baik makanan, kendaraan dan jenis yang lainnya. Masalah yang merupakan beban hidup bagi orang yang selalu berperasaan dan berpikir positif merupakan energi untuk lebih dekat kepada YANG MAHA KUASA, karena pada prinsipnya masalah datangnya dari Yang Maha Kuasa dan akan diselesaikan oleh Yang Maha Kuasa pula, manusia punya keterbatasan untuk menyelesaikannya dan itu bukannya domain yang dimiliki oleh manusia untuk menyelsaikannya, karena hak mutlaknya manusia.

Domainnya manusia adalah PRASANGKANYA TERHADAP MASALAH YANG JUGA MERUPAKAN PRASANGKANNYA TERHADAP TUHANNYA, KETIKA MANUSIA MEMPUNYAI ANGGAPAN BAHWA MASALAH ADALAH MANFAAT, BEBAN HIDUP ADALAH BERKAH HIDUP MAKA TUHAN AKAN MERUBAHNYA SECARA NYATA DAN FAKTUAL, BUKANNYA DIAKHIRAT NAMUN DIDUNIA DAN FULL DIJAMIN TUHAN BAHWA ITU MEMBERI MANFAAT DAN BERKAH HIDUP DIAKHIRAT DAN DUNIA, NAMUN PRASANGKA ITU JUGA DISERTAI DENGAN USAHA DAN DOA YANG BERKELANJUTAN SEHINGGA TUHAN HANYA KETOK PALU TERHADAP PRASANGKA , USAHA DAN DOA YANG DILAKUKAN.


TIDAK ADA YANG GRATIS

Semua orang mau sukses, semua orang mau kaya, semua orang mau bahagia. Semua orang tidak mau gagal, semua orang tidak mau miskin, semua orang tidak mau tidak bahagia.

Dan semuanya ketika orang mau sukses, bahagia dan tidak mau miskin tentunya ada nilainya ( saya tidak menyebutnya harga, karena ini tidak selalu berhubungan dengan duit). Dan itu tidak gratis.

Boleh kita tidak punya uang, tidak punya motor, mobil dan sarana yang ada, namun jangan sampai kita tidak punya kemauan untuk maju untuk merubah hidup menjadi lebih baik, maka kita harus punya kemauan untuk melakukan sesuatu dengan cara mau mendengarkan orang lain, mau membaca, mau melihat, mau berjalan, mau belajar. Sudah tidak punya uang namun tidak punya kemauan, bagai seonggokan daging yang tidak ada ruhnya, jiwanya sudah mati, kemauan sudah tak ada, dan tidak ada energi dan motivasi yang merupakan sumber kekuatan untuk merubah keadaan, dengan kata lain kita mau bersusah payah untuk melakukan semuanya itu, tanpa kenal lelah, usaha ,usaha dan usaha terus dilakukan dan yang harus diingat bahwa TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR MAKA DOA JUGA HARUS DISERTAKAN TANPA HENTI, KARENA TUHAN TIDAK MELIHAT HASIL DIA MELIHAT PROSES YANG KITA LAKUKAN.

Lakukan silaturahmi dengan banyak orang, sebagai pintu akses untuk merubah nasib kita menjadi lebih. Sudah tidak punya uang dan sarana nggak mau kerja, nggak mau doa, lalu apa fungsi anugrah Tuhan yang diberikan pada kita, satu hal yang mustahil kalau nasib tidak berubah, kalau masih saja belum berubah jangan pernah bosan terus melakukan upaya dan tanya pada orang yang punya ilmu tentang hal tersebut.

Yakinilah bahwa keberhasilan itu pasti datang, karena TUHAN SELALU BERSAMA KITA DAN INSYA ALLOH SUKSES TERAIH

Selasa, 10 Mei 2011

Street Magazine Dan Street Market

Saya sudah lama mau membentuk Majalah baik dalam bentuk E - Magazine atau dalam bentuk cetak, ketika ada keterbatasan dana maka saya harus menundanya, salahsatu cara yang dapat mengupda kemahan saya, maka saya harus terus menulis agar semangat saya tidak padam.Dan saya melakukan penulisan dalam bentuk blog ini juga menyalurkan kesukaan saya menulis, yang tentunya diharapkan dapat berbagi dengan paramitra sehingga secara keilmuan saya memperoleh banyak masukan dari paramitra, baik yang menjadi anggauta Rumah Usaha Indonesia atau yang ada dalam facebook saya. Semangat dengan dasar kemauan adalah faktor utama saya untuk terus menulis, kalaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, karena saya tidak mau kalah dengan keterbatasan yang ada, maka saya sebutnya Street Magazine atau Majalah Jalanan. Saya memahami, bahwa apa yang ada belum eye catching, memberi kenikmatan pada mata. Karena ada istilah satu gambar bisa bercerita tentang sejuta makna, dan ini juga kekurangan yang saya miliki, karena saya belum mampu memberi nilai lebih pada orang yang mau kerja di Street Magazine. Sedangkan tulisan harus tetap jalan dengan upaya untuk memajukan dunia usaha Indonesia yang salah satunya adalah melalui media. Terlebih saat banyak kawan - kawan kita yang terpuruk akibat serbuan barang - brang impor dengan adanya pemberlakuan Asean China Free Trade Agreement ( ACFTA ), salahsatunya adalah industri tekstil rumahan di Padat Suka, Cibaduyut, Bandung - Jawa Barat.

Karena dengan media online, mungkin saja saya dapat masukan dari paramitra, bagaimana caranya menghadapi serbuan barang - barang impor yang sudah merupakan bagian dari keniscayaan dengan adanya globalisasi . Karena saya yakin bahwa hal itu bukan hanya bagian dari kerja pemerintah namun kepedulian kita sebagai masyarakat Indonesia. Seperti saya punya ide, dengan adanya serbuan barang - barang dari China, kita memerlukan apa yang namanya STREET MARKET dengan mengerahkan segala potensi yang ada. Contohnya yang paling nyata adalah para mahasiswa yang menggunakan Jilbab menggunakan Jilbab prodak Padat Suka, begitu juga untuk pengguna sepatu menggunakan sepatu prodak Cibaduyut,kalaupun harganya lebih mahal, bahkan kalau perlu dengan bazar - bazar yang diadakan di Kampus dan ditempat - tempat lainnya. Selain menunjukkan bahwa kita 'CINTA PRADAK INDONESIA KITA JUGA DAPAT MEMULIHKAN PEREKONOMIAN PENGRAJIN TEKSTIL, SEPATU DAN PRODAK YANG LAINNYA.

Dari segi pemerintah dapat dilakukan kebijakan Zone Import Trading, dengan memisahkan zona prodak yaitu antara prodak China dan Indonesia, hal itu sesuai dengan Undang Undang N0 39 Tahun 2009 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus. Sehingga daya upaya yang dilakukan oleh pemerintah bisa bersinergi dengan upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan itu bisa saja kalau kita mau, karena intinya adalah MAU, KALAU KITA MAU MAKA KITA BISA.



Rabu, 04 Mei 2011

Ngambek

Mau usaha, belum jalan - jalan juga. Sementara rencana sudah detail dibuat dari manajemen keuangan, sdm, marketing dengan segala tetek bengeknya. Belum jalan juga, faktornya hanya satu "DANA" sebuah mahluk yang sering bikin jengkel dan kesel, hanya karena itu belum jalan juga,proposal dan ide sudah ditawarkan kesana kemari, yang minat juga belum ada, kalaupun ada hanya sekedar janji,belum ada realisasi. Akhirnya ngambek .

Ini adalah pengalaman saya, NGAMBEK. Penyakit yang bikin kronis kepala, kadang perut mual,sendi - sendi jadi ngilu, stress sudah pasti. Saya berpikir ulang, apa yang terjadi !!!?, apa hanya faktor dana sehingga semuanya buntu sehingga saya jadi ngambek. Saya berpikir ini bukan faktor dana hanya masalah waktu saja, agar waktunya Tuhan pas dengan waktu saya.

Berpikir seperti itu membuat saya tidak ngambek, cerah ceria lagi. Ya, hanya masalah waktu dan itu akan terselesaikan.